Halo Gan, salam Iwak Buncit. Buat kamu yang pelihara ikan mas koki, apalagi kalau kamu tipenya sering keluar rumah karena kerja atau urusan lainnya, mungkin pernah ngalamin hal seperti ini. Lagi santai atau sibuk di luar kota, tiba-tiba ada telepon dari rumah. Isinya bikin jantung deg-degan: listrik padam. Padahal di rumah ada akuarium ikan mas koki yang kamu rawat sepenuh hati.
![]() |
| Ikan Mas Koki Tumbang Saat Listrik Padam? Ini yang Harus Kamu Lakukan Saat Sedang Tidak di Rumah |
Mungkin kamu langsung kepikiran, "Wah, aerator mati dong", "Pompa pasti berhenti", atau bahkan langsung kebayang ikan-ikan yang satu per satu mulai mengambang. Kasus kayak gini udah sering banget kejadian. Bahkan ada yang cerita, baru ditinggal beberapa jam aja listrik padam, air di akuarium jadi tenang, nggak ada pergerakan udara, dan ikan kokinya mulai megap-megap. Kalau kamu pernah nonton video admin di channel Iwa Buncit, pasti tahu betapa pentingnya aerator cadangan seperti model ACDC atau baterai otomatis.
Aerator jenis ini bisa nyala sendiri pas listrik padam dan mati otomatis saat listrik kembali menyala. Tapi, nggak semua orang punya atau sempat beli. Jadi, gimana kalau ternyata kamu nggak punya sama sekali dan situasi itu datang tiba-tiba? Apa yang harus kamu lakukan? Terutama kalau kamu sendiri sedang jauh dari rumah.
Untungnya, kalau masih ada orang di rumah, masih ada harapan. Karena yang jadi kunci di sini adalah koordinasi. Begitu kamu dikabarin kalau listrik padam, langsung minta tolong ke orang di rumah buat bantuin, tapi kasih arahan yang sederhana supaya mereka juga nggak kebingungan.
Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah minta mereka bikin semacam alat penetes air sederhana. Pakai botol bekas juga bisa. Isi air akuarium ke dalam botol, bolongin bagian bawahnya, lalu taruh botol di atas akuarium supaya air bisa menetes pelan-pelan ke permukaan. Tujuannya adalah menciptakan riak. Riak ini penting banget karena di situlah pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi. Kalau permukaan air diam, ikan nggak bisa dapet oksigen segar dari udara. Tapi kalau ada riak, pertukaran gas tetap berjalan meski tanpa aerator.
Kalau mereka nggak bisa bikin tetesan air, bisa juga minta tolong buat ngurangin volume air akuarium. Kurangi sekitar setengah dari ketinggian semula atau setinggi sirip punggung ikan mas koki. Kenapa? Karena dengan air yang lebih dangkal, ikan nggak perlu susah payah berenang naik turun buat cari oksigen. Jarak ke permukaan jadi lebih dekat dan itu memudahkan mereka bernapas.
Nah, yang ketiga ini sebetulnya adalah langkah pencegahan yang harusnya dilakukan jauh sebelum listrik padam, tapi tetap penting buat kamu pikirkan ke depannya. Jangan isi akuarium terlalu padat. Ibarat manusia dikumpulin ramai-ramai di ruangan kecil, oksigen cepat habis. Sama juga dengan ikan. Kalau akuarium 60 cm kamu isi sampai 10 ekor, itu udah kelewat penuh. Idealnya 2 sampai 3 ekor saja supaya nggak berebut oksigen saat darurat.
Kalau memang terlanjur kebanyakan, kamu bisa kombinasikan dua solusi tadi. Kurangi air dan buat permukaan beriak. Bisa juga minta tolong ke orang rumah untuk sesekali gerak-gerakin permukaan air pakai tangan. Memang agak capek, tapi bisa jadi penyelamat sementara sampai listrik menyala kembali.
Kunci dari semuanya adalah komunikasi dan kesiapan. Kalau memang kamu sering nggak di rumah, sangat disarankan untuk investasi aerator ACDC atau model baterai otomatis. Admin sendiri udah pernah review beberapa, dari model murah sampai yang agak premium, dan semuanya terbukti bisa jadi penyelamat di saat genting.
Tapi kalau kamu belum punya dan kejadian ini sudah terlanjur datang, jangan panik. Lihat dulu situasinya. Kalau masih ada orang di rumah, koordinasiin aja dengan baik. Jangan kasih instruksi ribet atau teknis, karena belum tentu mereka sehobi dengan kita.
