-->
Apakah benar pakan pelet ikan mas koki tipe Floating atau mengambang lebih mudah membuat Ikan Mas Koki terserang penyakit berenang terbalik ...
Pelet Tipe Floating Bikin Ikan Mas Koki Berenang Terbalik? Benarkah Seperti Itu? Baca Ini Dulu!

Pelet Tipe Floating Bikin Ikan Mas Koki Berenang Terbalik? Benarkah Seperti Itu? Baca Ini Dulu!

Apakah benar pakan pelet ikan mas koki tipe Floating atau mengambang lebih mudah membuat Ikan Mas Koki terserang penyakit berenang terbalik atau Swim Bledder? Berarti pakan tipe Floating jelek dong tidak bagus untuk ikan mas koki? Lebih baik pilih tipe sinking ya? Hem.. jadi sebenarnya mitos atau fakta kah pakan ikan mas koki tipe mengambang bikin mudah Swim Bledder? Temukan jawabannya pada artikel berikut.

Pelet Tipe Floating Bikin Ikan Mas Koki Berenang Terbalik? Benarkah Seperti Itu? Baca Ini Dulu!
Pelet Tipe Floating Bikin Ikan Mas Koki Berenang Terbalik? Benarkah Seperti Itu? Baca Ini Dulu Biar Makin Paham!

Apa itu pelet tipe Sinking dan Floating? Semuanya sudah pernah admin bahas di artikelnya di sini. Jadi buat kamu yang belum sempat membacanya atau baru saja menemukan website Iwakbuncit.com ini bisa baca dulu penjelasannya di sana supaya beberapa point yang sudah pernah admin bahas tidak ulang di artikel ini lagi dan supaya lebih mendalam saja pemahamannya. Okey lanjut.

Beberapa penghobi ikan mas koki, khususnya yang sering berkunjung ke channel Iwak Buncit, sering kali menanyakan perihal "Apakah Benar Pelet Ikan Mas Koki Tipe Floating berpotensi atau penyebab dari Ikan Mas Koki Berenang Terbalik?" Soal dari beberapa kasus Swim Bledder pada ikan mas koki didapati jika mereka menggunakan pakan tipe mengambang. Oleh karena itulah pakan tipe floating ini sering dianggap sebagai biang keladi dari penyakit berenang terbalik.

Secara pribadi admin sendiri setidaknya sudah beberapa kali mendapati ikan mas koki yang dipelihara mengalami Swim Bledder setelah memakan pelet tipe Floating dan sendirinya admin coba berkesimpulan jika pelet tipe Floating berpotensi menyebabkan berenang terbalik. Namun makin kesini admin jadi lebih paham kenapa ikan mas koki bisa terkena Swim Bledder dan itu sudah pernah admin tuangkan penjelasannya di sini dan kamu juga bisa tonton penjelasannya melalui video berikut:


Yah, jadi bukan pakan Tipe Floating yang membuat ikan mas koki jadi berenang terbalik, akan tetapi karena beberapa faktor pemicunya. Hanya saja mungkin karena sering membaca pengalaman orang lain soal pelet tipe floating bikin ikan mas koki berenang terbalik atau lain sebagainya membuat kita tersugesti bahwa pakan tipe floatinglah penyebab ikan mas koki terkena penyakit Swim Bledder.

Sebagai contoh saja, ikan mas koki admin yang makan pelet tipe Sinking juga mengalami Swim Bledder dan itu sudah pernah admin bagikan juga penjelasannya pada artikelnya di sini, buat kamu yang ingin menontonnya bisa bukan video berikut:


Lucunya justru ketika admin coba memberi Pelet TAKARI tipe Floating ke ikan mas koki Ryukin yang sudah terkena Swim Bledder, eh malah sembuh dan sampai sekarang tidak lagi berenang terbalik. Padahal kalau dipikir-pikir ikan mas koki tersebut makan pelet tipe Floating, kok bisa sembuh? Bukannya tambah parah? Lengkapnya soal review pelet legendaris TAKARI bisa cek artikelnya di sini atau tonton reviewnya:

Berdasarkan pengamatan admin, baik pelet tipe Floating maupun Sinking bukanlah penyebab dari munculnya penyakit berenang terbalik pada ikan mas koki, namun lebih kepada kebiasaan kita juga memberikan pakan tersebut kepada mereka. Baik dari segi jumlah maupun ukuran pelet itu sendiri. Buat yang belum tahu berapa kali ikan mas koki makan dalam sehari idealnya bisa baca di sini atau tonton videonya berikut:


Saran dari admin, pilihkah ukuran yang pas berdasarkan besarnya ikan mas kokimu. Semisal ikan mas kokimu sudah berukuran sedang, maka pilihlah pelet ukuran M, begitu pula jika ikan mas koki kamu sudah jumbo atau besar maka pilihlah pelet ukuran L (Large). Sehingga ketikan ikan mas koki makan, maka mereka hanya membutuhkan sedikit usaha untuk mengambil makanannya.

Semisal Ikan Mas Koki ukuran jumbo, beri pelet ukuran L tipe floating maka ikan mas koki tersebut hanya butuh 2 atau 3 kali membuka mulut saja untuk bisa memenuhi mulut, sehingga udara yang masuk tidak banyak. Termasuk juga ketika kamu memberikan pelet tipe Sinking. Banyaknya udara ketika megap-megap atau membuka tutup mulut di permukaan ketika memakan pelet inilah yang disinyalir bisa memicu gangguan berenang atau biasa dikenal Swim Bledder.

Jadi sekarang kamu sudah tahukan penyebab dari berenang terbalik pada ikan mas koki dan kaitannya dengan pelet tipe Floating. Apa yang admin jelaskan ini murni berdasarkan pengamatan serta pengalaman admin selama memelihara ikan mas koki. Mungkin saja terdapat beberapa kekeliruan, silahkan untuk menyanggahnya di kolom komentar. Silahkan +1, like dan bagikan serta subscribe channel Iwak Buncit untuk tips-tips ikan hias yang setiap minggu admin bagikan di sana. Semoga bermanfaat, salam admin iwakbuncit.com
Baca selengkapnya »
Pelet Sinking atau Floating? Apa Bedanya? Mana yang Lebih Bagus untuk Ikan Mas Koki?

Pelet Sinking atau Floating? Apa Bedanya? Mana yang Lebih Bagus untuk Ikan Mas Koki?

Apa perbedaan antara pakan pelet Floating dan Sinking? Mana yang lebih bagus diberikan kepada ikan mas koki dan apakah ada perbedaan harga antara pelet sinking dengan floating? Buat kamu yang sedang mencari jawaban dari kedua perbedaan jenis pakan ikan mas koki tersebut bisa simak penjelasannya berikut ini.

Pelet Sinking atau Floating? Apa Bedanya? Mana yang Lebih Bagus untuk Ikan Mas Koki?
Pelet Sinking atau Floating? Apa Bedanya? Mana yang Lebih Bagus untuk Ikan Mas Koki?

Apa itu Floating dan Sinking?
Buat kamu yang baru saja memelihara ikan mas koki pasti sedikit dibuat bingung dengan kedua tipe pakan ini. Apa itu Floating dan apa itu Sinking? Dari bahasa Inggris, Floating berarti mengambang sedangkan Sinking adalah tenggelam. Dari artinya saja sebenarnya kamu sudah bisa membedakan 2 jenis pakan ikan mas koki ini. Yup, dari penampakan fisik ketika dimasukkan ke dalam air, maka antara pakan Floating dan Sinking sangat mudah dibedakan.

Dimana pakan pelet tipe Floating bakal mengambang di permukaan air, sedangkan tipe Sinking akan langsung tenggelam atau berangsur tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air. Selain 2 tipe tadi, sebenarnya ada satu tipe pakan lagi yaitu melayang, namun akan admin bahas di artikel tersendiri nantinya.

Dimana Bisa mendapatkan Pakan Pelet Sinking dan Floating?
Jenis pakan pelet ini bisa dengan mudah kamu temukan di setiap pedagang ikan hias. Di kemasan biasanya sudah tertulis tipe pakan pelet tersebut, sehingga tidak perlu lagi kamu test terlebih dahulu ke dalam air. Umumnya pakan pelet tipe Sinking atau tenggelam memiliki bobot yang lebih berat ketimbang pelet tipe mengambang atau Floating.

Coba saja kamu beli 2 bungkus pakan pelet merek yang sama namun beda tipenya. Pasti kan bakal menyadari jika pelet floating akan lebih banyak jumlahnya ketimbang pelet tipe sinking. Ini terjadi karena pakan tipe sinking memiliki bobot yang lebih berat dari pada floating supaya pakan tersebut bisa langsung tenggelam ke dasar aquarium ketika dijatuhkan ke dalam air. Beda dengan tipe Floating yang lebih ringan sehingga butuh waktu yang lama untuk bisa tenggelam ke dasar aquarium.

Pilih Sinking atau Floating untuk Ikan Mas Koki dan Ikan Hias Lainnya?
Soal pemilihan ini sebenarnya kembali lagi ke kebiasaan ikan mas koki atau ikan hias kamu itu makannya tipe apa dan juga ikannya ditaruh dimana. Misalkan nih ikan mas koki kamu sudah terbiasa dari kecil dikasih makan pelet tipe floating, maka tinggal lanjutkan saja untuk memberikan pelet tipe mengambang juga. Sebaliknya jika sudah terbiasa dengan tipe tenggelam maka belikan tipe pelet tenggelam juga supaya tidak harus beradaptasi terlebih dahulu.

Akan tetapi jika kamu ingin mengubah kebiasaan ikan mas koki yang awalnya makan pelet tipe floating ke sinking atau sebaliknya. Admin sudah buatkan tata caranya di sini, serta video praktiknya di bawah ini:


Selain kebiasaan, faktor tempat dimana kamu pelihara juga berpengaruh terhadap pemberian pakan tipe ini. Semisal kamu pelihara ikan mas koki di aquarium kaca, maka kamu biasa memilih pakan pelet tipe floating ataupun sinking. Namun jika kamu pelihara ikan mas koki atau semisal ikan hias lain seperti ikan KOI di kolam terbuka yang View atau sudut penglihatannya itu dari atas semisal bak terpal, kambang, kolam alami maupun kolam buatan tadi.

Maka pakan pelet tipe Floating lebih direkomendasikan. Ini supaya pakan yang tidak bias bisa dengan mudah dibersihkan sehingga tidak menumpuk di dasar aquarium yang mengakibatkan filter tersendat. Belum lagi tinggi atau kedalaman dari kolam biasanya lebih dalam dari pada aquarium sehingga ikan harus membutuhkan usaha lebih untuk bisa menjangkau pakan pelet tipe sinking tersebut.

Apakah Benar Pelet Tipe Floating (Mengambang) Dapat Menyebabkan Swim Bledder Atau Berenang Terbalik Pada Ikan Mas Koki?
Soal pertanyaan ini akan admin bahas secara khusus di artikel selanjutnya jadi kamu terus pantengin aja website ini dan channel nya.

Okey buat kamu yang punya pengalaman soal pakan tipe sinking dan floating pada ikan mas koki juga pada ikan hias lain semisal KOI, Louhan, Discus, Arwana dan sebagainya bisa tuliskan di kolom komentar. Silahkan +1, like dan bagikan serta subscribe channel Iwak Buncit untuk bisa terus mendapatkan update terbaru seputar ikan hias. Semoga bermanfaat, salam admin iwakbuncit.com
Baca selengkapnya »
Muncul Semacam Benjolan Pada Sisik Ikan Mas Koki: Tumorkah? Ini Cara Menghilangkannya

Muncul Semacam Benjolan Pada Sisik Ikan Mas Koki: Tumorkah? Ini Cara Menghilangkannya

Untuk ketiga kalinya Muncul benjolan seperti daging tumbuh atau biasa disebut tumor pada badan ikan mas koki Ranchu Tiger admin. Tumor ini muncul pada bagian bawah sisik di badan sebelah kiri. Setelah admin coba karantina pun, daging tumbuh tersebut bukannya sembuh mengecil malah semakin besar. Nah di bahasan kali ini admin akan tunjukkan bagaimana cara mengoperasi atau mengangkat tumor tersebut dari badan ikan mas koki. Silahkan caranya.

Muncul Semacam Benjolan Pada Sisik Ikan Mas Koki: Tumorkah? Ini Cara Menghilangkannya
Muncul Semacam Benjolan Pada Sisik Ikan Mas Koki: Tumorkah? Ini Cara Menghilangkannya

Pagi itu admin mendapati salah seekor Ikan Mas Koki jenis Ranchu Tiger mengalami sakit yang tidak biasa. Salah satu bagian badannya, tepatnya bagian kiri terdapat benjolan. Tonjolan atau benjolan ini berada di bawah sisik, setiap hari kian membesar ukurannya. Setidaknya sudah 1 minggu lalu Ikan Mas Koki Ranchu Tiger admin mengalami pembengkakan di bagian kiri badannya. Ikan Mas Koki ini sendiri tidak menunjukkan gejala sakit seperti pada umumnya Ikan Mas Koki lainnya sakit semisal murung, berdiam dan mojok di dasar aquarium, tapi masih lincah, makan lahap dan sebagainya.

Admin coba karantina selama seminggu menggunakan larutan air Methylene Blue serta garam ikan, namun tidak ada perubahan, justru sepertinya benjolan daging tumbuh tadi nampak semakin besar. Oleh karena itu admin coba operasi kecil dengan cara mengangkat daging tumbuh tadi atau benjolan yang berada di bawah sisik tersebut menggunakan pinset.

Berikut video cara mengoperasinya:


Setelah proses operasi tersebut selesai, admin coba karantina kembali Ikan Mas Koki Ranchu Tiger tersebut selama 1 minggu. Semoga saja penyakit tersebut tidak kambuh lagi. Mengingat beberapa penghobi ikan mas koki yang menemui masalah seperti ini juga bisa jika penyakit mirip tumor tersebut terkadang kambuh lagi.

Selain cara di atas, admin juga sudah pernah membagikan cara mengoperasi tumor pada ikan mas koki pada artikelnya di sini atau bisa kamu tonton juga pada video berikut:


Buat kamu yang punya pengalaman khususnya dengan penyakit ini, bisa berbagi pengalamannya di kolom komentar. Silahkan +1, like dan bagikan serta subscribe channel Iwak Buncit untuk mendapatkan berbagai Tips ikan hias lainnya. Semoga bermanfaat, salam admin iwakbuncit.com
Baca selengkapnya »
Black Spot, Sama Bahayanya dengan White Spot: Sering Dikira Mutasi Warna Ikan Mas Koki

Black Spot, Sama Bahayanya dengan White Spot: Sering Dikira Mutasi Warna Ikan Mas Koki

Muncul bercak hitam di badan ikan koki? Awalnya ikan mas koki berwarna kuning, putih atau merah, namun kenapa tiba-tiba bisa muncul bintik-bintik hitam? Apakah ini yang dinamakan dengan mutasi warna atau Juga ada faktor lain yang membuat munculnya bintik-bintik hitam ini? Patut waspada, bisa jadi ikan mas koki kamu terserang penyakit bernama Black Spot, saudaranya White Spot. Baca penjelasan ini untuk lebih lengkapnya.

Black Spot, Sama Bahayanya dengan White Spot: Sering Dikira Mutasi Warna Ikan Mas Koki
Black Spot, Sama Bahayanya dengan White Spot: Sering Dikira Mutasi Warna Ikan Mas Koki

Black Spot, banyak dari kita penghobi ikan hias seperti ikan mas koki yang salah mengira jika ini adalah bagian dari mutasi warna. Hem.. sebenarnya tidak salah juga karena memang mutasi warna pada ikan mas koki umumnya dimulai dari perubahan warna berbentuk bintik-bintik. Lazimnya ikan mas koki akan melakukan beberapa kali mutasi warna dalam hidupnya dan ini sangat dipengaruhi dari Gen, makanan serta air. Namun beda cerita jika itu adalah Black Spot.

Black Spot atau bintik hitam sebagaimana artinya merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang ikan mas koki. Biasanya Black Spot muncul karena faktor air di dalam aquarium yang kurang bersih atau jarang ganti air (Water Change) sehingga memicu pertumbuhan bakteri, virus serta jamur.

Semakin lama semakin meningkat jumlah patogen di dalam aquarium jika tidak sering dikuras airnya. Terlebih lagi jika filter biologi kamu belum matang, ini akan membuat serangan patogen semakin meningkat. Hasilnya adalah ikan mas koki kamu jadi lebih rentan terserang penyakit dan salah satunya adalah Black Spot.

Dari yang admin baca serta ketahui setidaknya ada beberapa 5 penyebab kenapa bisa muncul bintik hitam atau Black Spot pada ikan mas koki, diantaranya:

1. Meningkatnya Kadar Amonia
Lazimnya memang terdapat zat amonia di dalam aquarium ikan hias seperti ikan mas koki dengan kadar tertentu. Zat Amonia ini sendiri dihasilkan oleh kotoran ikan serta pakan yang tidak habis dimakan atau bisa juga karena ada makhluk hidup yang mati dan tidak dipisahkan. Zat Amonia dengan kadar normal sebenarnya tidak terlalu membahayakan kesehatan ikan, namun jika sudah melebihi ambang batas. Tentu ini akan berisiko membuat ikan stress, sakit dan mati.

Langkah pencegahannya ialah dengan sering-sering menguras air di aquarium secara berkala setidaknya 3 hari sebanyak 30% atau 1 minggu sebanyak 50%. Buat yang belum tahu tata cara penggantian air bisa tonton videonya di bawah ini atau bisa baca juga di sini:


Selain itu juga kuatkan filter biologi. Maksudnya kuatkan bisa dengan menambah filter biologi semisal Bioring, bioball, Crystall bio maupun jenis filter lainnya serta di atur sedemikian rupa supaya rapi serta berfungsi dengan baik.

Ini dia video cara mempersiapkan pemasangan media filter yang benar dan sudah admin buatkan juga artikelnya di sini:


Perbedaan Crystall Bio dan Bioring (Cek reviewnya juga di sini):


Perbedaan Bioring biasa dengan Bioring berpori (Lebih lengkap bisa baca di sini):


2. Minim Cahaya
Secara alami ikan akan memproduksi zat melanin yang mana fungsinya untuk pewarnaan. Namun ini akan menjadi berlebih memproduksi zat Melanin jika secara terus menerus berada di lingkungan gelap. Apalagi biasanya ikan mas koki lebih sering dipelihara dalam ruangan (di ruang tamu atau kamar tidur misalnya) yang mana ini akan membuat paparan cahaya jadi tidak merata atau tidak terlalu terang seperti sinar matahari. Akibatnya bisa saja ikan lebih banyak memproduksi melanin dan ini membuat munculnya warna gelap atau bintik hitam pada ikan mas koki.

Guna mengatasi hal semacam ini kamu bisa menggunakan lampu LED dengan daya di atas 20 watt semisal Recent RCG-618-SW yang sudah pernah admin review plus artikel reviewnya di sini:


3. Pengaruh Genetika Ikan
Perubahan warna ikan termasuk munculnya bintik-bintik hitam pada ikan mas koki tidak terlepas dari faktor Gen atau Genetika. Ikan mas koki yang sudah punya gen warna hitam kuat pekat, umumnya akan terus bisa berwarna hitam, bahkan setelah terpengaruh oleh pakan pelet berspirulina juga ikan tetap bisa mempertahankan warna hitamnya. Efeknya mungkin saja warna hitam pada ikan mas koki muncul berupa bercak-bercak atau bintik hitam (Black Spot)

4. Serangan Jamur
Nah ini yang sedang kita bahas, faktor serangan jamur. Admin sendiri kurang tahu jenis jamur yang dimaksud apa atau namanya apa, cuma berdasarkan pengalaman admin sendiri selama memelihara ikan mas koki. Setidaknya sudah ada 2 ekor lebih ikan mas koki admin yang ditumbuhi bintik-bintik hitam di badan, jambul kepala, hingga ekor dan kesemua ikan mas koki tersebut menjadi lemas, tidak nafsu makan, berenang sempoyongan hingga berujung mati.

Serangan jamur berupa Black Spot memang sering menyamar jadi mutasi warna, bahkan kalau kamu coba lihat secara saksama juga memang nampak seperti mutasi warna. Namun perbedaannya adalah ikan jadi lebih lemas, berenang sempoyongan hingga lebih sering murung di dasar aquarium. Kalau sudah seperti itu wajib kamu karantina.

5. Kepadatan Ikan
Point terakhir ini admin masuk belum terlalu nangkap, cuma kalai dilihat dari situasi. Kepadatan dapat mempengaruhi tingkat stress ikan serta kadar amonia. Karena jumlah ikan yang banyak serta tidak didukung oleh tempat (Aquarium) yang luat maka kemungkinan untuk meledaknya amonia semakin tinggi. Apalagi jika sistem filtrasi kamu masih kurang mumpuni. Maka ini akan semakin memperparah.

Buat yang masih bingung berapa jumlah ideal ikan mas koki dalam sebuah aquarium bisa cek artikel reviewnya di sini atau bisa tonton videonya di bawah ini:


Jangan anggap remeh penyakit yang bernama Black Spot ini. Walau memang kesannya seperti mutasi warna namun jika muncul tanda-tanda susulan semisal ikan lemas, berenang sempoyongan, sering murung di dasar aquarium. Maka segera lakukan karantina. Nah itu dialah penjelasan, penyebab serta cara menyembuhkan ikan mas koki yang terkena penyakit Black Spot atau bintik-bintik hitam.

Buat kamu yang pernah punya pengalaman dengan penyakit Black Spot ini bisa tuliskan di kolom komentar. Silahkan +1, like dan bagikan serta subscribe channel Iwak Buncit untuk bisa mendapatkan berbagai Tips ikan hias lainnya. Semoga bermanfaat, salam admin iwakbuncit.com
Baca selengkapnya »
Piara Ikan Mas Koki Tanpa Oksigen? KOK Bisa? Bagaimana Caranya? Aerator Kali Maksudnya? 🤔

Piara Ikan Mas Koki Tanpa Oksigen? KOK Bisa? Bagaimana Caranya? Aerator Kali Maksudnya? 🤔

Bisakah memelihara Ikan Mas Koki tanpa oksigen dari mesin Aerator? Karena bunyi mesin aerator sangat berisik, apalagi ketika malam hari plus di taruh di kamar tidur. Nah buat kamu yang sedang mencari-cari informasi terkait apakah ikan mas koki dapat dipelihara tanpa aerator, bisa temukan jawabannya pada artikel admin Iwak Buncit berikut ini.

Piara Ikan Mas Koki Tanpa Oksigen? Bagaimana Caranya? Aerator Kali Maksudnya? 🤔
Piara Ikan Mas Koki Tanpa Oksigen? Bagaimana Caranya? Aerator Kali Maksudnya? 🤔

Cara Merawat dan Memelihara Ikan Mas Koki tanpa Oksigen? Pastinya tidak bisa! Jangankan ikan mas koki, manusia saja butuh oksigen kok, hehehe.. yang kamu maksud; mungkin apakah ada cara memelihara ikan mas koki tanpa Aerator? Yup, Aerator, alat pemompa udara yang fungsinya untuk menghasilkan gelembung udara ketika diletakkan ke dalam aquarium ikan mas koki.

Kenapa cukup banyak penghobi ikan mas koki khususnya pemula yang menginginkan dapat memelihara ikan mas koki tanpa Aerator? Itu tidak lain karena mesin Aerator menghasilkan suara getaran yang cukup berisik, apalagi kalau kamu beli Aerator murah, dijamin suara getarannya mirip mesin Diesel Fuso hahaha... Kendati beli yang mahal pun, mesin Aerator akan tetap bergetar walau memang tidak seberisik yang murah.

Sebagai informasi, bahwa sebenarnya alat yang bernama AERATOR ini tidak menyemburkan oksigen kok ke dalam aquarium. Namun lebih tepatnya memompakan udara yang mana nantinya dipecah oleh batu aerator. Jadi sebenarnya ikan mas koki tidak mendapatkan pasokan oksigen dari aerator. Lantas ikan mas koki bernafas dengan apa?

Yah tentu saja dengan insang mereka. Oksigen dalam aquarium dihasilkan dari pertukaran karbon dioksida yang ada di dalam air dengan oksigen yang ada di permukaan air. Pertukaran ini akan semakin cepat dan bagus jika terdapat riak air di permukaan. Tentunya secara alami riak atau gelombang air akan muncul jika berada di alam terbuka semisal aliran sungai, danau yang luas. Karena adanya arus air atau tiupan angin. Namun ini akan terasa mustahil jika di dalam aquarium.

Maka dari itu dibutuhkan bantuan aerator untuk bisa menghasilkan gelembung-gelembung udara, yang mana gelembung-gelembung udara tadi akan pecah kemudian membuat riak air. Nah, sekarang kamu tahukan prinsip kerja dari Aerator?

Sekarang muncul pertanyaan, apakah bisa membuat riak air tanpa menggunakan aerator? Tentu saja bisa, ada berbagai macam cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa membuat riak air, antara lain:

1. Semburan atau Kucuran Air dari Box Filter
Paling mudah dan paling lazim digunakan oleh para penghobi ikan mas koki agar tetap ada riak air di permukaan tanpa menggunakan aerator adalah dengan memanfaatkan kucuran air dari box filter. Caranya tinggal kamu atur ketinggian air maksimal 50% hingga 75% dari total tinggi aquarium. Kemudian gunakan pompa celup yang punya daya sedot kencang, maka akan tercipta kucuran air besar box filter. Semakin rendah kamu mengisi air di aquarium maka akan semakin besar juga riak air yang muncul

2. Wave Maker
Jika kamu punya dana lebih bisa menggunakan Wave Maker. Apa itu Wave Maker dan bagaimana bentuknya bisa kamu baca di sini atau tonton pada videonya berikut:


Sederhananya Wave Maker adalah alat yang biasa digunakan oleh penghobi ikan air laut supaya pemukaan air ada riaknya. Mirip seperti riak atau gelombang air yang ada di laut.


Cara kerjanya baling-baling atau propeller dari wave Maker di arahkan ke permukaan air, maka seketika akan muncul riak. Kelemahan dari penggunaan wave Maker ini akan muncul arus air dan ini berpotensi membuat dorsal ikan mas koki bengkok.

3. Tinggi Permukaan Air
Cara ini biasa digunakan saat pemadaman listrik PLN seperti yang sudah pernah admin jelaskan di sini. Namun juga bisa kamu gunakan untuk sehari-hari. Dimana tinggi air cuma 30% hingga 40% saja dari total tinggi aquarium. Selain itu usahakan untuk tidak terlalu banyak memelihara ikan mas koki dalam 1 tank aquarium, supaya jumlah oksigen yang ada di dalam air tetap banyak. Buat yang belum tahu seberapa banyak boleh memelihara ikan mas koki dalam satu aquarium bisa baca di sini atau tonton videonya berikut:


Memelihara ikan mas koki tanpa oksigen adalah suatu kemustahilan, namun jika tanpa Aerator itu bisa saja dilakukan. Setidaknya dengan penjelasan ini kamu bisa meminimalisir penggunaan Aerator. Namun admin lebih menyarankan tetap menggunakan aerator supaya suplai oksigen di dalam aquarium tetap terjaga volumenya.


Buat kamu yang punya cara lain memelihara dan merawat ikan mas koki tanpa oksigen bisa tuliskan di kolom komentar. Silahkan +1, like dan bagikan serta subscribe channel Iwak Buncit untuk berbagai Tips ikan hias lainnya. Semoga bermanfaat, salam admin iwakbuncit.com
Baca selengkapnya »
Cocok di Aquarium Berukuran 60 cm: Review Lampu LED Gantung TAKARI AT P600 20 Watt - Ikan Mas Koki & Aquascape

Cocok di Aquarium Berukuran 60 cm: Review Lampu LED Gantung TAKARI AT P600 20 Watt - Ikan Mas Koki & Aquascape

Sedang mencari lampu LED untuk aquarium ikan mas koki berukuran 45 cm hingga 60 cm? Kalau bisa yang punya nyala cahaya terang, daya watt cukup besar serta punya variasi warna? Semoga ini yang kamu cari, karena di artikel kali ini admin akan coba mereview lampu LED dari TAKARI, tepatnya TAKARI AT P600. Ulasan lengkapnya bisa kamu simak berikut.

Cocok di Aquarium Berukuran 60 cm: Review Lampu LED Gantung TAKARI AT P600 20 Watt - Ikan Mas Koki & Aquascape
Cocok di Aquarium Berukuran 60 cm: Review Lampu LED Gantung TAKARI AT P600 20 Watt - Ikan Mas Koki & Aquascape

TAKARI AT P600, ini adalah lampu LED gantung keempat yang sudah admin review, sekaligus lampu LED gantung kedua yang punya Design mirip-mirip dengan merek lain, yaitu YAMANO P600 juga. Lampu LED tersebut sudah pernah admin review di sini dan bisa kamu tonton juga pada video berikut:


Hanya saja, jika lampu LED YAMANO cuma berbekal daya 6 Watt saja, sedangkan TAKARI AT P600 ini sedikit beda karena mampu memancarkan cahaya jauh lebih terang berpendarnya. Ini tidak terlepas dari sokongan daya yang dibutuhkan TAKARI AT P600 sebesar 20 Watt. Buat kamu yang sedang mencari lampu LED Aquarium dengan daya cukup besar di panjang 60 cm, lampu LED gantung TAKARI ini sangat cocok.

Tidak bisa dipungkiri memang jika lampu LED dengan daya besar maka cahaya terang yang dihasilkan ikut terang juga. Apalagi buat kamu yang sebelumnya sudah pernah coba lampu LED gantung daya Watt kecil. Pasti kerasa beda sekali dengan TAKARI AT P600 ini. Selain daya besar, lampu LED TAKARI AT P600 ini juga dibekali 3 baris mata lampu LED dengan variasi warna putih serta biru. Perpaduan 2 warna ini memberikan kesan kalem, apalagi ketika dipadu-padankan dengan background aquarium ikan mas koki berwarna biru muda.

Lampu LED TAKARI AT P600 ini sangat direkomendasikan ditaruh di aquarium berukuran 60 cm dengan ketinggian aquarium 30 cm. Bukannya tidak boleh ditaruh di aquarium yang memiliki tinggi di atas 30 cm semisal 40 cm ke atas, namun semakin tinggi aquarium, maka akan semakin redup juga cahaya lampu ke dasar. Ini terbukti ketika admin coba pasangkan ke tank aquarium berukuran 60x40x47 cm. Walau terbilang masih terang, namun dari segi berpendarnya cahaya masih menang tank aquarium berukuran 60x30x30 cm. Yah namun kembali lagi keselera ya.

Saking asyiknya bicara daya, sampai lupa bahas Design. Secara umum lampu LED gantung TAKARI AT P600 ini punya bentuk yang biasa saja, mirip dengan lampu LED gantung aquarium pada umumnya. Rumah lampu terbuat dari bahan metal berwarna putih. Selain itu dilengkapi sepasang kaki dari metal pula yang bisa kamu atur panjang pendeknya dengan cara direnggangkan. Hanya saja pada kaki-kaki lampu ini tidak terdapat jepitan sehingga lampu mudah tergeser, apalagi buat kamu yang suka grasak-grusuk.

Pembahasan lengkap dari Lampu LED Gantung TAKARI AT P600 ini bisa kamu simak pada video berikut:


Secara umum admin suka dengan lampu LED gantung dari TAKARI AT P600 ini. Cahaya yang dihasilkan dari mata lampu LED serta perpaduan warna biru dan putih pas dimata. Design juga terlihat cantik, terbilang pas juga jika dipasang pada Aquascape. Link pembelian sendiri sudah admin sertakan di kolom deskripsi video, langsung cek di sana. Silahkan +1, like dan bagikan serta subscribe channel Iwak Buncit untuk berbagai Tips ikan hias menarik lainnya. Semoga bermanfaat, salam admin iwakbuncit.com
Baca selengkapnya »
Cuma Wave Maker Tanpa Aerator? Pengalaman 2 Minggu Menggunakan Wave Maker di Aquarium Ikan Mas Koki?

Cuma Wave Maker Tanpa Aerator? Pengalaman 2 Minggu Menggunakan Wave Maker di Aquarium Ikan Mas Koki?

Bisakah Wave Maker digunakan sebagai pengganti dari Aerator di aquarium ikan mas koki? Terlebih Wave Maker tidak sama sekali mengeluarkan suara getaran berisik seperti aerator? Selain itu fungsinya yang sama-sama menghasilkan riak air? Buat kamu yang sedang bertanya-tanya demikian bisa cari tahu jawabannya pada artikel pembahasan admin berikut ini.

Cuma Wave Maker Tanpa Aerator? Pengalaman 2 Minggu Menggunakan Wave Maker di Aquarium Ikan Mas Koki?
Cuma Wave Maker Tanpa Aerator? Pengalaman 2 Minggu Menggunakan Wave Maker di Aquarium Ikan Mas Koki?

Wave Maker yang admin gunakan saat ini sudah sempat direview di channel Iwak Buncit. Buat kamu yang belum sempat membacanya bisa cek di sini atau bisa juga langsung tonton video reviewnya berikut:


Setidaknya sudah 1 minggu lebih admin menggunakan Wave Maker di aquarium ikan mas koki. Tujuan awalnya adalah untuk mendorong kotoran ikan mas koki yang biasanya mengendap di dasar kotoran supaya bisa dengan mudah tersedot ke dalam pompa celup dan memang selama penggunaan Wave Maker ini dasar aquarium admin lebih mudah untuk dibersihkan.

Namun akhir-akhir ini admin kepikiran untuk menggunakan Wave Maker sebagai pengganti Aerator. Alasan utamanya karena selain bisa mendorong kotoran ikan mas koki, sebagaimana namanya Wave Maker ini bisa menghasilkan gelombang air atau sederhananya bisa menghasilkan riak air.

Hal ini sama prinsipnya dengan cara kerja Aerator akan tetapi menggunakan pendekatan yang sedikit berbeda dimana Aerator menyemprotkan udara ke dalam Aquarium yang kemudian dipecah oleh batu aerator menjadi gelembung-gelembung halus. Lalu gelembung-gelembung tadi pecah sehingga menghasilkan riak air.

Sedangkan Wave Maker dengan propelernya langsung mendorong air sehingga terciptalah gelombang tanpa menghasilkan gelembung udara terlebih dahulu. Ini memberikan keuntungan dimana Wave Maker sama sekali tidak menimbulkan suara berisik seperti mesin Aerator. Maka dari itu selama 2 minggu admin ingin melakukan percobaan apakah bisa menggunakan Wave Maker menggantikan Aerator.

Cara Pemasangan dan proses serta hasilnya bisa kamu simak pada video berikut:


Kesimpulannya Wave Maker bisa digunakan sebagai pengganti Aerator namun dengan beberapa catatan semisal ukuran aquarium setidaknya 1 meter, kurang dari itu dapat berpotensi membuat pusaran air dan ini bisa saja mengakibatkan dorsal pada ikan mas koki kamu jadi bengkok. Selain itu efek samping dari penggunaan Wave Maker ini kotoran jadi mudah beterbangan.

Namun dilain sisi membuat kotoran mudah tersedot ke pompa celup. Itulah dia hasil dari percobaan admin selama 2 minggu menggunakan Wave Maker di Aquarium Ikan Mas Koki. Silahkan +1, like dan bagikan serta subscribe channel Iwak Buncit untuk berbagai Tips ikan hias lainnya. Semoga bermanfaat, salam admin iwakbuncit.com
Baca selengkapnya »
Beranda

Tips Ikan Hias

Tips Ikan Mas Koki